Blog ini telah mengalami perubahan besar. Jika Anda tidak menemukan apa yang Anda cari di sini, maka silahkan Anda mencarinya di www.RumahCahaya.com

Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Konsep Kebidanan

24 Januari 2009


Waah... kok blog ini berjudul Konsep Kebidanan ya?

Ya.. namanya juga blog obrolan ringan... apa saja bisa diobrolkan di sini.

Judul Konsep Kebidanan ini adalah obrolan mengenai buku Konsep Kebidanan yang iklannya serta daftar isi serta cara pemesanan buku tersebut ada di salah satu blog istri saya.

Selain seorang bidan, ia yang sehari-harinya selalu sibuk dengan urusan kerja dan urusan kuliah, ia juga adalah seorang Internet marketer atau pebisnis online "walaupun masih pemula" yang belajar di Asian Brain Internet Marketing Center, dan salah satu cara bisnis online-nya adalah dengan menjual buku Konsep Kebidanan tersebut di blog gratisannya.

Kok.. seorang internet marketer ngiklanin buku di blog, blog gratisan lagi, bukannya di Toko Online??.

Yaa..caranya tersebut hanyalah untuk menarik jumlah pengunjung lewat kata kunci/keyword dari judul serta daftar isi buku tersebut ke blog gratisannya tersebut, dan terbukti berhasil meningkatkan jumlah pengunjung yang signifikan, dan sekaligus mencari sedikit keuntungan lewat buku tersebut, serta terbukti berhasil pula mendatangkan cukup banyak pesanan dan penjualan.

Ia juga belum membuat sebuah Toko Online, karena fokusnya saat ini adalah di beberapa blog/website berbahasa Inggris untuk memperoleh penghasilan dari Pay Per Click Advertising (Google Adsense) dan dari Pay Per Lead Advertising.

O yaa..., obrolan kita lanjutkan lagi ke buku Konsep Kebidanan tersebut.

Buku konsep kebidanan lumayan banyak peminatnya juga, seperti mahasiswa akademi kebidanan, dosen akademi kebidanan, dan bidannya sendiri. Terkadang yang pesan bukan mereka sendiri lho... kadang yang pesan, ada yang mengaku kakak atau ada juga yang mengaku pacar mereka.

Bukan hanya di blog istri saya saja sebenarnya iklan buku ini dimuat, tetapi dimuat juga di blog Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang dipimpin oleh pengarang bukunya itu sendiri, dan merupakan tempat isteri saya melanjutkan kuliah juga.

Baik yang dijual di blog isteri saya maupun di blog pengarangnya, harga buku tersebut adalah sama, yaitu Rp. 27.ooo,- dan halaman buku tersebut dicetak di atas kertas yang lumayan berkualitas. Tetapi ada juga yang dijual di salah satu situs penjualan buku yang kantornya beralamat di Bandung, dengan harga yang lebih murah karena menggunakan kertas dengan kualitas yang rendah, walaupun saya yakin isinya sama saja. Ya.. tentunya pilihan diserahkan kepada para peminat buku tersebut, mau memilih buku yang mana.

Waah.. kok jadi begini ya postingan-postingan saya sekarang di blog ini?? yaa.. soalnya bingung mau nulis apaan... udah aja sekalian iklan Buku Konsep Kebidanan... he..he... jangan marah yaa...

Apakah Anda juga salah satu peminat buku tersebut...???

Kalau iya.., silahkan Anda cari daftar isi, cara pemesanan serta cara pembelian dan pengiriman buku tersebut DI SINI

Read more...

Kasih Ibu, Takkan Mungkin Terbalaskan...

03 Januari 2009


Beberapa hari yang lalu, seperti biasanya hari-hari saya habiskan di depan komputer untuk menulis atau mempostingkan artikel di beberapa website atau blog saya. Sore harinya... (entah pukul berapa saat itu), saya rebahkan tubuh ini untuk berbaring istirahat sambil menonton televisi. Dan apa yang saya lihat di salah satu stasiun televisi tersebut, membuat air mata ini berlinang..


Entahlah, apakah saya ini cengeng atau bagaimana... yang jelas hati saya ini gampang tersentuh jika menyaksikan suatu tontonan atau pun pemandangan yang mungkin bagi sebagian orang biasa saja, walaupun saya yakin banyak juga yang tersentuh hatinya jika melihat apa yang saya saksikan saat itu.


Di sebuah stasiun televisi, saat itu saya menyaksikan sebuah acara yang berjudul “Orang Ketiga” (kalau tidak salah, dan saya tidak melihat dari permulaan acara, tetapi saya melihat beberapa menit sebelum acara tersebut berakhir). Yang saya lihat saat itu, kru televisi beserta seorang wanita yang disamarkan wajahnya (sebagai pemandu), sedang memata-matai seorang perempuan setengah baya.


Perempuan tersebut walaupun sudah berumur, tetapi masih kelihatan cantik di wajahnya, dengan rambut panjang dan ikal pula. Ia naik turun bis kota sambil membawa alat musik berupa sebuah gitar, ia mengamen dari bis kota yang satu ke bis kota yang lainnya. Setelah selesai dengan pemandangan tersebut, kru televisi dan wanita pemandu yang tadi memata-matainya di tempat yang lain, yaitu di sebuah tempat penampungan sampah. Dan di sana terlihat, wanita paruh baya tersebut sedang mencari dan memungut sebagian sampah yang masih bisa didaur ulang untuk dimasukkan ke sebuah keranjang sampah yang ia bawa. Setelah selesai dimata-matai, kru televisi tersebut pergi ke rumah wanita paruh baya tersebut untuk menemui salah seorang anak gadisnya.


Setelah ketemu dengan anaknya, maka segeralah kru televisi tadi menceritakan dan menunjukkan rekaman video hasil memata-matai wanita paruh baya tadi kepada anaknya tersebut, dan termasuk juga kakaknya yang umurnya tidak terlalu jauh berbeda dengannya. Si anak tersebut hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat karena selama ini yang ia ketahui ibunya adalah seorang guru, bukan seperti apa yang ia dengar dan ia saksikan dari kru dan dari hasil rekaman tersebut. Tapi apa yang mau dikata, karena itulah realita/kenyataan yang harus ia terima.


Tidak berapa lama, wanita setengah baya tadi pulang ke rumahnya tersebut (dan memang yang terlihat adalah benar-benar beda dari apa yang saya lihat sebelumnya, kini ia berbusana layaknya seorang guru). Ia kaget karena menyaksikan adanya kru televisi beserta kamera ada di rumahnya. Mula-mula ia marah karena pekerjaannya selama ini yang ia sembunyikan kepada anak-anaknya telah terbongkar, tetapi dengan pelukan kedua anak gadisnya, serta permintaan maaf dari seorang anak gadisnya (karena salah satu anaknya tadi yang meminta kru untuk memata-matainya) akhirnya kemarahannya pun reda, dan berubahlah menjadi tangisan yang mengharukan dari mereka.


Ia berkata, bahwa ia berbohong tentang profesinya kepada anak-anaknya tersebut adalah demi anak-anaknya juga, supaya mereka tidak malu jika harus mengetahui pekerjaan ibunya yang sesungguhnya. Dan ternyata salah seorang anak gadisnya tadi yang meminta kru televisi untuk memata-matainya juga tidaklah bermaksud apa-apa, kecuali ia hanya ingin mengetahui pekerjaan ibunya yang selalu membuatnya penasaran, karena jika memang pekerjaan ibunya adalah seorang guru, kenapa katanya, jika pulangnya sering larut malam. Dan setelah kenyataan tersebut terbuka, mereka semua mau menerima kenyataan yang ada.


Yaa.. itulah yang menyebabkan kenapa air mata ini berlinang... karena saya melihat seorang ibu (mungin single parent, karena saya tidak melihat ada suaminya) begitu rela berjuang menghabiskan sebagian besar waktu dan tenaganya demi anak-anaknya. Setelah berjuang selama kurang lebih 9 bulan lamanya ia mengandung, melahirkan dengan perjuangan antara hidup dan mati, membesarkan anak-anaknya dengan bersusah payah dari kecil hingga dewasa, mendidik, medo’akan dan sebagainya, kini setelah anknya dewasa pun ia masih rela mengamen, memungut sampah untuk melihat anak-anaknya bisa hidup senang dan bahagia, ia tidak memikirkan kehidupannya sendiri, dan saya pun melihat anak-anaknya tersebut memang seperti anak-anak yang cukup dari segi ekonomi dan pendidikan, itu bisa saya lihat dari cara mereka berpakaian, bersikap dan berkata.


Sungguh pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu tidak pernah berhenti sampai kapanpun demi anak-anaknya, dan tidaklah mungkin terbalaskan sampai kapanpun oleh anak-anaknya.


Teramat disayangkan..., banyak juga ibu-ibu lain, dengan alasan kebutuhan ekonomi untuk menghidupi anak dan keluarga, mencari jalan penghidupan dengan jalan pintas dan cara yang salah, seperti prostitusi atau pelacuran, dimana hasil yang ia berikan dan juga dimakan oleh anak-anak dan keluarganya bukan sesuatu yang halal dan berkah, tetapi sesuatu yang haram dan bisa membuat masalah yang lebih besar untuk kehidupannya kelak, baik itu di dunia maupun akhiratnya. Na’udzubillaah...

Read more...

Ada Apa dengan Blogger?

22 Juli 2008

Salah satu strategi dari "sebagian" para pemilik blog (blogger) atau pun pemilik situs (webmaster) adalah dengan berkunjung ke situsnya orang lain, dan lebih dikenal dengan istilah blog walking.

Tujuan mereka, selain menambah kenalan, serta persahabatan dengan para blogger atau webmaster, mereka juga berharap dengan kunjungannya tersebut, pemilik blog atau situs yang telah dikunjunginya, berbalik berkunjung ke blog atau situsnya. Dengan begitu mereka pun berharap, blog atau situsnya tersebut lebih dikenal dan bisa menaikkan page rank dari blog atau situs mereka tersebut.

Otomatis, dengan banyaknya kunjungan yang saling menguntungkan ini, posisi blog atau situs mereka di "mata" Search Engine pun lebih bersahabat (SEO Friendly). Dan bagi para internet marketer biasanya lebih menguntungkan lagi, karena produk, jasa, atau iklan di blog atau situsnya bisa lebih berpenghasilan.

Beragam cara yang bisa dilakukan para blogger atau pemilik situs tersebut sewaktu mengundang para tamunya:

" tukeran link yuuk..? "

" saling bertukar link yuuk..? "

" saling berkunjung blog yuuk..! "

" mampir ke rumah maya saya ya...?"

" Sekali-kali berkunjung dong ke blog saya dan tolong kasih komentar di postingan"

" link doong alamat blog/web saya..! "

Itulah mungkin kata-kata yang bisa atau biasa mereka gunakan untuk mengundang calon tamunya. Ada yang berhasil dikunjungi balik, ada juga yang tidak.

dan yang balik berkunjung biasanya berkata:

" Salam kenal..terimakasih telah mengunjungi blog saya, kita saling share ya..? "

" terimakasih..telah singgah ke blog saya.., ini kunjungan balik dari saya.."

Entahlah... apakah itu hanya strategi para blogger atau webmaster pemula, atau mungkin sebagian blogger atau webmaster yang sudah cukup terkenal pun melakukan hal yang sama?

Banyak yang suka dengan cara-cara tersebut, tetapi ada pula yang tidak suka, malah mencemooh para pelaku tersebut, dengan alasan ia pernah "sakit hati" karena tidak pernah ada kunjungan balik dari pemilik blog atau situs yang dikunjunginya tersebut.

Yaa.. itulah relita kehidupan, ada yang suka dan tidak suka.

Tapi kalau saya sendiri berpendapat, " selama itu masuk dalam kategori AMBAK "Apa Manfaatnya Bagiku" dan selama memang.. lebih banyak memberikan manfaat..daripada madharatnya, yaa.. tentu boleh.. dan sah-sah saja.

Dan jangan lupa untuk selalu meng-update postingan atau artikel-artikel blog atau situs kita, supaya blog atau situs kita bisa lebih banyak mendatangkan pengunjung dan lebih bersahabat dengan sang robot search engine.

Jangan lupa juga strategi-strategi lainnya yang telah kita dapat dari guru-guru kita di dunia internet.

Bagaimana dengan Anda..? Setuju atau tidak dengan pendapat saya..?

Read more...

Tips Singkat Desain Grafis

27 Juni 2008

Tips singkat ini adalah cara cepat untuk bisa membuat suatu hasil dari desain grafis. Tapi walaupun disampaikan dengan sangat sederhana, mudah-mudahan bisa membuka jalan, dan menjadi titian anak tangga pertama bagi seseorang untuk melangkah menjadi seorang desainer grafis yang profesional.

Karena latar belakang saya berhubungan erat dengan percetakkan, maka bahasannya akan mengarah ke sana, tapi jika seseorang telah mengerti dan memahami, serta bisa mempraktekkan, maka untuk mempelajari desain-desain lain seperti desain tekstil dan sebagainya akan lebih mudah.

Peralatan yang diperlukan:

Seperangkat komputer. Dianjurkan, minimal dengan Processor Intel Pentium 3 dan memory 256 MB.

Windows XP sebagai Operating Systemnya.

Software pendukung, Corel Draw Graphic Suite 7,8,......12, Corel x3 dsb. yang telah terinstal. Pokoknya harus kompatibel dengan kemampuan komputernya, supaya ringan di waktu mengerjakan suatu desain.

Buku yang berjudul mengenai cara desain dengan Corel draw.

Langkah-langkah Desain:

Siapkan contoh jadi suatu desain, dari yang sederhana saja dulu, misalnya kartu nama, undangan yang desainnya sederhana, dsb.

Buka aplikasi Corel Draw Anda >> Pilih halaman baru >> lihat contoh desain jadi >> kalau di contoh kartu nama atau undangan ada gambar kotak, cari toolbar yang ada gambar kotaknya (Rectangle Tool), kalau ada gambar lingkaran atau tulisan, cari toolbar yang ada gambar lingkaran (Ellipse Tool) dan tulisan (Text Tool) juga, dan seterusnya, pokoknya diotak-atik saja tuh toolbar-toolbar dan aneka menu di Corel Draw >> tetapi jika tidak bisa menemukan sendiri, cari sebentar di buku panduan yang telah disiapkan lalu kembali lagi ke komputer ngotak-ngatik lagi, pokoknya belajar sambil praktek.

Saya belajar desain menggunakan Corel Draw dengan cara seperti tersebut di atas, begitu ada pesanan barang-barang cetakan dari konsumen, walaupun belum tahu cara bikin desainnya, saya tidak menyerahkan pembuatan desainnya kepada orang lain yang sudah ahli dalam mendesain, tapi saya pelajari desainnya sambil langsung praktek seperti tips tersebut di atas, dan ternyata hasilnya lebih cepat difahami dan dikuasai.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Desainer grafis juga berpeluang untuk bisa berpenghasilan besar dan bisa usaha mandiri lho.. Mau Tau..? Baca Selengkapnya..

Read more...

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP